SAM Bid Sosekbud Kemenkominfo Kukuhkan Relawan TIK Magetan

SAM Bid Sosekbud Kemenkominfo Kukuhkan Relawan TIK Magetan

RTIK Magetan Jawa Timur

Magetan, Kominfo Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Informatika Djoko Agung Harijadi mengukuhkan Relawan TIK  di GOR Mageti Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (30/05/2016).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah bersinergi dengan Kementerian Kominfo dalam membangun masyarakat Informasi Indonesia,” kata Djoko Agung Harijadi saat menyampaikan sambutan.

Pengukuhan Anggota Relawan TIK di Kabupaten Magetan dimaksudkan menjadi Agen Perubahan Informatika Penggerak Revolusi Mental di bidang informatika yang mampu menggunakan dan memanfaatkan TIK dan Internet secara cerdas, kreatif, dan produktif. “Selain itu juga mampu mempromosikan, menularkan dan memberikan edukasi di bidang TIK kepada masyarakat luas.” Papar Djoko Agung.

SAM Bidang Sosekbud juga menitipkan agar Relawan TIK Kabupaten Magetan bekerja secara professional. Sesuai AD/ART RTIK, Relawan TIK Kab. Magetan yang diketuai Jatmiko Fitri Hamzah akan melakukan pendampingan desa secara berjenjang. Mulai dari RTIK Provinsi Jawa Timur yang berkewajiban menginisialisasi pembentukan RTIK dan Agen Perubahan Informatika (API) di kabupaten dan kota.
“Juga mengedukasi sampai ke Perangkat Desa. Dengan materi seperti web Desa, Sistem Informasi Desa (SID), jurnalisme warga, dan aplikasi yang bermanfaat lainnya,” jelas Djoko Agung.

Djoko Agung juga menyampaikan salam hormat permohonan maaf karena Menteri Kominfo, Dirjen Aptika serta Direktur Pemberdayaan Informatika tidak bisa hadir. Secara khusus kepada relawan TIK, Djoko Agung  menyampaikan selamat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.  “Dalam mendampingi masyarakat untuk pemberdayaan teknologi informasi dan komunikasi sesuai tanggung Jawab yang dibebankan pada saudara,” tuturnya.

rtik

Launching Website Desa

Dalam acara itu juga dilaksanakan peluncuran website desa oleh Wakil Bupati Magetan Samsi. Terdapat lima desa yang telah mendapatkan domain desa.id, antara lain Desa Kuwon Harjo, Turi, Baron, Temboro dan Ngelang. Selain itu di Kabupaten Magetan juga ditetapkan dua desa sebagai Pilot Project desa.id Provinsi Jawa Timur yaitu Desa Kuwon Harjo dan Turi.

Wakil Bupati Magetan Samsi menyatakan TIK dewasa ini memegang peranan sangat penting dalam usaha peningkatan promosi guna memperkenalkan produk dan potensi daerah. “TIK yang berbasis internet merupakan media yang sangat  efektif karena dapat diakses secara mudah oleh  setiap orang di manapun berada,” jelasnya saat membacakan sambutan Bupati Magetan.

Menurut Samsi dari tahun ke tahun pengguna internet terus meningkat dan berkembang dengan cepat dan sudah menjadi suatu keharusan bagi seluruh masyarakat baik di kota maupun desa.
“Dengan diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) maka seluruh masyarakat Indonesia harus siap bersaing, karenanya teknologi informasi dan komunikasi mempunyai peranan yang sangat vital,” tuturnya.

Hadir dalam acara tersebut selain Relawan TIK antara lain Ketua DPRD Kab. Magetan, Kadishub Kominfo Magetan, Anggota DPRD Subroto, Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur, Kab. Trenggalek, Kab. Madiun, dan Kab. Ponorogo. Tak kurang dari seribu orang siswa SLTA dan  SMK serta perangkat desa atau pegawai kelurahan dan kecamatan di Kabupaten Magetan.

Pemerintah Kabupaten Magetan telah melaksanakan pelatihan website di setiap kecamatan dengan peserta seluruh perangkat desa dan kelurahan. Pelatihan itu melibatkan RTIK sebagai Mitra Dishub Kominfo dalam pemanfaatan dan pemberdayaan TIK.

Hingga kini, tercatat 31 provinsi, 95 Relawan TIK kabupatan dan kota telah terbentuk. Kabupaten Magetan sendiri merupakan kabupaten ke-12 yang telah dikukuhkan untuk tingkat Provinsi Jawa Timur. (IM).

 

 

Sumber : Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

 

Layanan e-KTP

Layanan e-KTP

alur_ktpe-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional.

Penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup

Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk)

Autentikasi Kartu Identitas (e-ID) biasanya menggunakan biometrik yaitu verifikasi dan validasi sistem melalui pengenalan karakteristik fisik atau tingkah laku manusia. Ada banyak jenis pengamanan dengan cara ini, antara lain sidik jari (fingerprint), retina mata, DNA, bentuk wajah, dan bentuk gigi. Pada e-KTP, yang digunakan adalah sidik jari.

Penggunaan sidik jari e-KTP lebih canggih dari yang selama ini telah diterapkan untuk SIM (Surat Izin Mengemudi). Sidik jari tidak sekedar dicetak dalam bentuk gambar (format jpeg) seperti di SIM, tetapi juga dapat dikenali melalui chip yang terpasang di kartu. Data yang disimpan di kartu tersebut telah dienkripsi dengan algoritma kriptografi tertentu. Proses pengambilan sidik jari dari penduduk sampai dapat dikenali dari chip kartu adalah sebagai berikut:

Sidik jari yang direkam dari setiap wajib KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena alasan berikut:

1. Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain
2. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula
3. Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar

Informasi penduduk yang dicantumkan dalam e-KTP ditunjukkan pada layout kasar berikut:

  • Nama
  • Tempat/Tgl Lahir
  • Jenis Kelamin
  • Alamat (RT/RW, Kel/Desa, Kecamatan)
  • Agama
  • Status Pekerjaan
  • Kewarganegaraan
  • Berlaku Hingga
  • Foto
  • Tanda Tangan
  • NIK

Untuk mendapatkan informasi di atas dari penduduk, wajib KTP harus mengisi formulir tipe F1.01.

Selain tujuan yang hendak dicapai, manfaat e-KTP diharapkan dapat dirasakan sebagai berikut:

1. Identitas jati diri tunggal
2. Tidak dapat dipalsukan
3. Tidak dapat digandakan
4. Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu atau pilkada

 

Struktur e-KTP terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer, tahap pembuatannya cukup banyak, diantaranya:

1. Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip
2. Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu
3. Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang menyerupai spiral)
4. Printing,yaitu pencetakan kartu
5. Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik
6. Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman

e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design.

Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan form factor ukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.

 

Syarat
  1. Fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan Surat Pengantar RT/RW
  2. Berusia 17 tahun
  3. Menunjukkan surat pengantar dari kepala desa/kelurahan

 

Prosedur

Cara membuat e-KTP (KTP Elektronik) sebenarnya sama dengan prosedur pembuatan KTP sebelumnya, namun di sini akan dilengkapi dengan pengambilan sidik jari dan scan retina mata yang bertujuan agar tercipta data tunggal, yaitu setiap satu orang dengan satu identitas (KTP). Sudah sangat umum, bahwa satu orang di Indonesia memiliki beberapa identitas/KTP. Pemberlakuan e-KTP juga dimaksudkan untuk mentertibkan administrasi orang per orang di Indonesia agar setiap identitas dan mobilitasnya tercatat dan terpantau secara jelas dan benar oleh negara.

Cara membuat e-KTP diantaranya adalah:

  1. Pastikan kelurahan atau desa anda telah mendukung layanan e-KTP
  2. Datanglah dengan membawa fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan Surat Pengantar RT/RW ke Keluarahan/Desa setempat.
  3. Ambil nomor antrian di loket, tunggu hingga dipanggil oleh petugas yang bersangkutan. Jangan lupa bawa surat panggilan untuk membuat e-KTP dari pemerintah setempat.
  4. Petugas akan memasukkan data dan foto anda secara digital. Pastikan dan bandingkan data anda dengan data di KTP anda, jika anda belum pernah mempunyai KTP isi formulir F1.01.
  5. Bubuhkan tanda tangan anda di alat perekam tanda tangan. Pastikan tanda tangan anda tidak berubah-rubah lagi berikutnya karena akan menyulitkan jika tidak sama dengan dokumen lain seperti paspor, SIM dan lain-lain.
  6. Lakukan pemindaian retina pada alat yang telah disediakan.
  7. Pastikan Surat Panggilan anda akan ditandatangani dan distempel oleh petugas berwenang.
  8. Tunggu proses pencetakan sekitar 2 minggu. Bila e-KTP selesai dicetak anda akan diberitahu dan dapat diambil di Keluarahan/Desa setempat.
Pelatihan Pembuatan Genteng Glassier

Pelatihan Pembuatan Genteng Glassier

Jpeg

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan mengadakan Pelatihan Pembuatan Genteng Glassier di Desa Bogorejo. Kegiatan pelatihan ini berlangsung pada hari Senin (16/05) hingga Kamis (19/05) di Balai Desa Bogorejo. Pengrajin genteng yang diundang sejumlah 20 orang. Narasumber merupakan pengrajin genteng glassier yang telah lama berkecimpung di bidang genteng glassier. Dengan diadakannya pelatihan ini diharapkan genteng-genteng dari Desa Bogorejo bisa dijual dengan harga tinggi serta kualitas yang lebih baik.

 

 

Pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Jpeg

KIP (Kartu Indonesia Pintar) bagi warga desa Bogorejo telah dibagikan pada hari Kamis, 12 Mei 2016. Bagi warga yang berhalangan untuk mengambil KIP hari ini, bisa datang ke kantor desa Bogorejo besok pada Jum’at 13 Mei 2016, mulai pukul 08.30 WIB. Persyaratan untuk mengambil KIP ialah satu lembar fotokopi Kartu Keluarga (KK). Adapun teknis lebih lanjut setelah menerima KIP, bisa dilihat di surat keterangan yang terdapat di dalam amplop.

Pelatihan Website Desa Se-Kecamatan Barat

Pelatihan Website Desa Se-Kecamatan Barat

Jpeg

Jpeg

Bertempat di aula Kecamatan Barat, Pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat(KIM) se-Kecamatan Barat tanggal 09 Mei 2016 dimulai pukul 08.00 WIB. Acara yang diselenggarakan oleh Dishubkominfo Kabupaten Magetan ini diselenggarakan hingga Selasa, 10 Mei 2016. Pembinaan ini dihadiri oleh semua desa dan kelurahan di Kecamatan Barat. Dengan website yang dimiliki desa ini, diharapkan informasi yang ada di desa bisa segera tersampaikan kepada khalayak umum. Maka pengelola website desa ini diharapkan untuk aktif memperbarui content-contentnya.

Page 2 of 512345