Sudah Saatnya Desa Maju dan Berinovasi Dengan Website

Di era minlineum ini, adalah era dimana setiap orang mampu untuk mengakses informasi dengan cepat. Bahkan kita saja yang di Magetan ini bisa saja ke Berkeliling Indonesia dengan sangat cepat.

Pertanyaannya dengan apa? Sudah jelas dengan internet dan teknologi. Teknologi dan internetlah yang membuat era ini semua serba mudah.

Dengan semua kemudahan dan kecepatan informasi ini dapat kita manfaatkan untuk mengoptimalkan potensi dan juga informasi dari desa.

Karena dengan kemajuan informasi, desa akan bisa berinovasi dan juga terus berkembang mengikuti perkembangan jaman.

Desa Maju dan Berinovasi dengan Web dan Internet


Hari ini, selasa 17-10-2017 Desa Bogorejo bersama dengan 10 desa terpilih di Magetan mengikuti kegiatan pelatihan website desa guna untuk turut serta dalam mengoptimalkan hebatnya teknologi dan internet di era sekarang ini.

Kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) Pusat bersama dengan PERMAS dan DISKOMINFO Kabupaten Magetan untuk mensosialisaikan akan hal ini.

Tujuan dengan diadakannya kegiatan ini adalah untuk bisa mengoptimalkan potensi desa dan juga daerah Magetan tentunya. Potensi-potensi tiap desa di Magetan sangat beragam, mulai dari potensi pariwisata, potensi industri, potensi pertanian dan lainnya.

Dengan terangkatnya informasi dan juga potensi daerah ini tentunya setiap orang dari manapun bisa mengakses informasi potensi desa ini.

FINAL LOMBA WEB DESA KABUPATEN MAGETAN

FINAL LOMBA WEB DESA KABUPATEN MAGETAN

14494713_1222748334443151_5748115199021267947_n

Semuanya serba mepet, akan tetapi segala sesuatu manakala di upayakan dengan serius dan sugguh sungguh, pasti akan menghasilkan sesuatu yang positif. Kunci dari semuanya adalah niat dan kemauan.

Meskipun dengan kondisi serba kekurangan, pada tahun ini akhirnya perwakilan desa Bogorejo  yang dalam hal ini di wakili oleh Pengurus KIM(Kelompok Informasi Masyarkat), “Laskar Remaja”. Akhirnya Berhasil masuk 4 Besar,. Pencapaian ini setidaknya menyamai hasil Tahun lalu.

 

Pelayanan Surat – Menyurat Desa Bogorejo

Pelayanan Surat – Menyurat Desa Bogorejo

edesaBagi Warga Bogorejo yang ingin mengurus surat – menyurat bisa langsung men-download blangko surat sesuai surat yang di butuhkan di bawah ini :

  1. Surat Pengantar SKCK ( Surat Keterangan Catatan Kepolisian ) = Download Disini
  2. Blangko Permohonan KTP (Kartu Tanda Penduduk) = Download Disini
  3. Blangko Permohonan KK (Kartu Keluarga) =Download Disini
  4. Surat Keterangan Kehilangan = Download Disini
  5. Surat Keterangan Warga Desa Bogorejo = Download Disini

Di isi sesuai dengan data yang sebenar-benarnya. Dan silahkan di mintakan nomor surat dan tanda tangan ke Pemerintah desa.

Desa Bogorejo Aplikasi ON Android

Desa Bogorejo Aplikasi ON Android

android-wallpaper-2Utuk Mewujudkan Desa Bogorejo yang lebih Komunikatif dan Informatif menuju desa IT.

Kini telah hadir Desa Bogorejo APK, Aplikasi versi mobile atau Android s, bagi warga Desa Bogorejo dan sekitar bisa  membawa desa Bogorejo kemana saja dengan SmartPhone yang kamu miliki

ikuti Pengumuman, Perkembangan pembangunan dan Potensi Desa Bogorejo di manapun berapa dengan hanya klik aplikasi android yang telah di sediakan

untuk mendownload aplikasinya bisa di link di bawah ini

(MASIH DALAM TAHAP PENYEMPURNAAN APLIKASI)

atau scan barcode dengan aplikasi barcode di bawah ini :

(MASIH DALAM TAHAP PENYEMPURNAAN APLIKASI)

 

 

Layanan e-KTP

Layanan e-KTP

alur_ktpe-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional.

Penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup

Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk)

Autentikasi Kartu Identitas (e-ID) biasanya menggunakan biometrik yaitu verifikasi dan validasi sistem melalui pengenalan karakteristik fisik atau tingkah laku manusia. Ada banyak jenis pengamanan dengan cara ini, antara lain sidik jari (fingerprint), retina mata, DNA, bentuk wajah, dan bentuk gigi. Pada e-KTP, yang digunakan adalah sidik jari.

Penggunaan sidik jari e-KTP lebih canggih dari yang selama ini telah diterapkan untuk SIM (Surat Izin Mengemudi). Sidik jari tidak sekedar dicetak dalam bentuk gambar (format jpeg) seperti di SIM, tetapi juga dapat dikenali melalui chip yang terpasang di kartu. Data yang disimpan di kartu tersebut telah dienkripsi dengan algoritma kriptografi tertentu. Proses pengambilan sidik jari dari penduduk sampai dapat dikenali dari chip kartu adalah sebagai berikut:

Sidik jari yang direkam dari setiap wajib KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena alasan berikut:

1. Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain
2. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula
3. Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar

Informasi penduduk yang dicantumkan dalam e-KTP ditunjukkan pada layout kasar berikut:

  • Nama
  • Tempat/Tgl Lahir
  • Jenis Kelamin
  • Alamat (RT/RW, Kel/Desa, Kecamatan)
  • Agama
  • Status Pekerjaan
  • Kewarganegaraan
  • Berlaku Hingga
  • Foto
  • Tanda Tangan
  • NIK

Untuk mendapatkan informasi di atas dari penduduk, wajib KTP harus mengisi formulir tipe F1.01.

Selain tujuan yang hendak dicapai, manfaat e-KTP diharapkan dapat dirasakan sebagai berikut:

1. Identitas jati diri tunggal
2. Tidak dapat dipalsukan
3. Tidak dapat digandakan
4. Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu atau pilkada

 

Struktur e-KTP terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer, tahap pembuatannya cukup banyak, diantaranya:

1. Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip
2. Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu
3. Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang menyerupai spiral)
4. Printing,yaitu pencetakan kartu
5. Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik
6. Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman

e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design.

Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan form factor ukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.

 

Syarat
  1. Fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan Surat Pengantar RT/RW
  2. Berusia 17 tahun
  3. Menunjukkan surat pengantar dari kepala desa/kelurahan

 

Prosedur

Cara membuat e-KTP (KTP Elektronik) sebenarnya sama dengan prosedur pembuatan KTP sebelumnya, namun di sini akan dilengkapi dengan pengambilan sidik jari dan scan retina mata yang bertujuan agar tercipta data tunggal, yaitu setiap satu orang dengan satu identitas (KTP). Sudah sangat umum, bahwa satu orang di Indonesia memiliki beberapa identitas/KTP. Pemberlakuan e-KTP juga dimaksudkan untuk mentertibkan administrasi orang per orang di Indonesia agar setiap identitas dan mobilitasnya tercatat dan terpantau secara jelas dan benar oleh negara.

Cara membuat e-KTP diantaranya adalah:

  1. Pastikan kelurahan atau desa anda telah mendukung layanan e-KTP
  2. Datanglah dengan membawa fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan Surat Pengantar RT/RW ke Keluarahan/Desa setempat.
  3. Ambil nomor antrian di loket, tunggu hingga dipanggil oleh petugas yang bersangkutan. Jangan lupa bawa surat panggilan untuk membuat e-KTP dari pemerintah setempat.
  4. Petugas akan memasukkan data dan foto anda secara digital. Pastikan dan bandingkan data anda dengan data di KTP anda, jika anda belum pernah mempunyai KTP isi formulir F1.01.
  5. Bubuhkan tanda tangan anda di alat perekam tanda tangan. Pastikan tanda tangan anda tidak berubah-rubah lagi berikutnya karena akan menyulitkan jika tidak sama dengan dokumen lain seperti paspor, SIM dan lain-lain.
  6. Lakukan pemindaian retina pada alat yang telah disediakan.
  7. Pastikan Surat Panggilan anda akan ditandatangani dan distempel oleh petugas berwenang.
  8. Tunggu proses pencetakan sekitar 2 minggu. Bila e-KTP selesai dicetak anda akan diberitahu dan dapat diambil di Keluarahan/Desa setempat.
Pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Jpeg

KIP (Kartu Indonesia Pintar) bagi warga desa Bogorejo telah dibagikan pada hari Kamis, 12 Mei 2016. Bagi warga yang berhalangan untuk mengambil KIP hari ini, bisa datang ke kantor desa Bogorejo besok pada Jum’at 13 Mei 2016, mulai pukul 08.30 WIB. Persyaratan untuk mengambil KIP ialah satu lembar fotokopi Kartu Keluarga (KK). Adapun teknis lebih lanjut setelah menerima KIP, bisa dilihat di surat keterangan yang terdapat di dalam amplop.

Page 1 of 212