Mulai dari Desa “GOTONG ROYONG JATI DIRI BANGSA”

Mulai dari Desa “GOTONG ROYONG JATI DIRI BANGSA”

Gotong RoyongDi Desa Bogorejo Gotong royong masih menjadi budaya yang terus di jaga, terlihat di berbagai kegiatan warga desa yang dengan penuh kesadaran bahu membahu tanpa pamrih membangun sarana dan prasarana desa.

Kali ini para warga Desa Bogorejo sedang bergotong royong membangun prasarana jalan sawah dan pavingisasi gang – gang desa dengan tujuan agar akses pertanian dan perindustrian genteng/batu bata bisa lebih mudah di jangkau.

“LASKAR REMAJA” kali ingin mengajak para pembaca semua untuk tetap melestarikan budaya gotong royong, sebagai mana para leluhur kita telah mewariskan kearifan gotong royong sebagai wujud jati diri bangsa yang membedakan kita dengan bangsa lain. Gotong – royong merupakan wujud rasa kebersamaan, kekeluargaan dan kepedulian sebagai manusia yang beradab dan berbudi luhur.

Gotong Royong
Berita ini di ambil dari situs kami yang lama [laskarremajabogorejo.blogspot.com]

KEGIATAN KONSELING “LASKAR REMAJA” BOGOREJO

KEGIATAN KONSELING “LASKAR REMAJA” BOGOREJO

KONSELING2

Setiap Hari ”LASKAR REMAJA” Bogorejo membuka Layanan. Konseling Bagi siapa saja ( yang berhubungan tentang remaja dan segala problemanya ) untuk mendiskusikan masalanya dengan konselor sebaya. Permasalahan mulai kasus yang ringan sampai pada yang berat sekalipun kami mengupayakan ada pemecahan masalah pada tiap klien yang datang di ruang konseling kami. Ada juga beberapa orangtua yang mempunyai anak remaja mengonsultasikan

permasalahan anaknya yang berkaitan tentang “bagaimana sikap orangtua jika anak mulai sulit dinasehati” kepada kami untuk mencari titik tengah dan jalan terbaik dalam penyelesaiaan masalah.

 

 

Peran Pemuda di Era Teknologi Informasi

Peran Pemuda di Era Teknologi Informasi

tik-bogorejoPemuda adalah penerus bangsa yang merupakan aset yang tak ternilai harganya, Tidak dapat dipungkiri bahwa pemuda memiliki peranan sejarah yang penting dan berkelanjutan dalam perjalanan kehidupan berbangsa, dari tangan – tangan pemudalah Negara ini memproklamasikan kemerdekaan. Sebegitu hebatnya para Pemuda sehingga Proklamator kita mengibaratkan degan ucapan :

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”

Ir. Soekarno menaruh harapan pada pemuda dengan penuh optimis dan keyakinan yang tinggi hanya dengan 10 pemuda beliau bisa mengguncangkan dunia.

Tapi fakta yang terjadi di Pemuda sekarang tidak sesuai dengan apa yang di idam-idamkan, perilaku pemuda mulai banyak mengarah ke hal – hal negatif mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika sampai dengan tindakan pidana, sudah jarang kita jumpai gerakan – gerakan pemuda yang penuh inovatif dan kreatifitas positif untuk mencapai cita-cita kemerdekaan. Hal ini tak lepas dari pengaruh teknologi informasi yang mudah dan bebas di akses.

Seharusnya para pemuda bisa mengambil inisiatif sebagai filter informasi sehingga bisa memilah – milah informasi sehingga bisa membawa pengaruh positif untuk dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Proteksi diri di mulai dari diri sendiri sehingga tak terjerumus ke pengaruh – pengaruh negatif teknologi informasi. Pemuda seharusnya juga bisa mengambil peran-peran inisiatif untuk pengenalan pemanfaatan teknologi informasi ke masyarakat yang belum mengenal teknologi dengan tujuan agar dengan memanfaatkan teknologi informasi dapat meningkatkan taraf kesejahteraan dan peningkatan sumber daya manusia.
Sehingga istilah pemuda sebagai harapan bangsa tak hanya sebagai slogan saja.

Drama Treatikal “LASKAR REMAJA” Bogorejo dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun ) Republik Indonesia

Drama Treatikal “LASKAR REMAJA” Bogorejo dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun ) Republik Indonesia

SUDAH PUDARKAH RASA NASIONALISME REMAJA SEKARANG?
Jangan Sampai !!!

Drama Treatikal LASKAR REMAJA Bogorejo

Dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun ) Republik Indonesia, para remaja Desa Bogorejo yang tergabung di “LASKAR REMAJA” ikut menyemarakkan dengan menampilkan drama treatikal di sela – sela upacara pengibaran bendera Merah Putih.

Pada kesempatan kali ini “LASKAR REMAJA” mengambil tema ‘BERKIBARLAH MERAH PUTIHKU’ yang menceritakan perjuangan para Pahlawan dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia melawan penjajah.Di ceritakan betapa menderitanya para pejuang kemerdekaan saat itu karena di siksa oleh para penjajah, dan banyak para pejuang yang gugur dalam berjuang merebut kemerdekaan. Dengan hanya bermodalkan

persenjataan seadanya dan semangat persatuan para pahlawan akhirnya berhasil merebut kemerdekaan Republik Indonesia dengan di tandai berhasil merobek kain bendera warna biru dan mengibarkan Sang Merah Putih di Tanah air Indonesia.
Benarkah sudah pudar rasa nasionalisme remaja sekarang?, dengan menampilkan tulisan ini “LASKAR REMAJA” mengajak para remaja di manapun berada mari kita pupuk lagi rasa cinta kita untuk tanah air ini, mari kita buktikan bahwa rasa nasionalisme kita masih tinggi dan kita tepis pertanyaan ‘SUDAH PUDARKAH RASA NASIONALISME REMAJA SEKARANG?’ bahwa itu salah. mari kita isi masa remaja kita dengan kegiatan – kegiatan yang lebih bermanfaat sebagai wujud rasa nasionalisme kita. MERDEKA!!!!

Drama Treatikal LASKAR REMAJA Bogorejo-1

Drama Treatikal LASKAR REMAJA Bogorejo-2